Kamis, 21 April 2011

DASAR AKUNTANSI PERPAJAKAN

A. PENGERTIAN AKUNTANSI PERPAJAKAN
     Adalah akuntansi yang berkaitan dengan perhitungan perpajakan dan mengacu pada peraturan dan
     perundang-undangan perpajakan beserta aturan pelaksanaannya.

B. TEORI AKUNTANSI PERPAJAKAN
     adalah suatu penalaran logis dalam bentuk seperangkat azaz atau prinsip yang diakui dalam ketentuan
     peraturan perpajakan yang merupakan :
    a. Kerangka acuan umum untuk menilai praktek-praktek akuntansi
    b. Pedoman bagi pengembangan praktek-praktek dan prosedur baru
    c. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan praktek-praktek yang sekarang, sedang berjalan tetapi tujuan  
        utamanya adalah mengadakan suatu kerangka acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek
        akuntansi  yang sehat.

C. PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI PERPAJAKAN
     prinsip-prinsip yang akui dalam akuntansi perpajakan meliputi antara lain ;
    a. Kesatuan akuntansi/usaha ( economic entity )
    b. Kesinambungan ( Going Concern )
    c. Harga pertukaran yang objektif
   d. Konsistensi
   e. Konservatif

D. FUNGSI AKUNTANSI PERPAJAKAN
    adalah mengolah data kuantitatif yang akan digunakan untuk menyajikan keputusan. oleh sebab itu maka
    akuntansi harus memenuhi tujuan kualitatif . Adapun fungsi akuntansi perpajakan adalah mengolah data
    kuantitatif yang akan digunakan untuk menyajikan laporan keuangan yang memuat perhitungan perpajakan.
   Adapun tujuan kualitatif akuntansi perpajakan antara lain sebagai berikut :
   a. Relevan
   b. Dapat dimengerti
   c. Daya uji / Verifiability
   d. Netral
   e. Tepat waktu
   f. Daya banding / Comparability
  e. Lengkap

E. PERSAMAAN AKUNTANSI PERPAJAKAN
    Dalam akuntansi dikenal beberapa persamaan yang dijadikan rumus dasar atau persamaan dasar yang
    menjelaskan hubungan antara kepemilikan dan kewajiban keuangan suatu perusahaan. Persamaan dasar
   dalam akuntansi perpajakan sama persis dengan akuntansi komersial yakni; " harta yang dimiliki  
   perusahaan ( aktiva ) sama dengan hak atau klaim atas harta tersebut ( kewajiban ) ditambah   
   dengan  modal". yang bisa diformulasikan dalam rumus sebagai berikut :

                  AKTIVA       =      HUTANG    +      MODAL

  Contoh :
  CV. Seruni pada awal tahun 2010 baru mendirikan usaha perdagangan -garmen . Roni sebagai salah satu
  pemegang sahamnya menyetorkan uang sebesar Rp. 200.000.000,- kemudian Yasin menyetorkan 
  Tanah dan bangunan masing-masing sebesar Rp. 200.000.000,- dan Rp. 300.000.000,- dan Noppy
  menyetorkan kendaraan dengan harga pasar Rp. 200.000.000,- CV. Seruni juga meminjam uang dari Bank
  sebesar Rp. 100.000.000,-
  Dari data tersebut diatas maka bentuk persamaan akuntansinya adalah :       
 
  Kas                     +   Tanah/Bangunan    + Kendaraan          =  Hutang               +   Modal
  300.000.000       +   500.000.000         +  200.000.000     =  100.000.000      +    900.000.000,-       
 
  Dari persamaan dasar akuntansi tersebut dapat disusun sebauh Neraca awal dari CV. Seruni sebagai
  berikut  :
 
  CV. SERUNI
  Neraca Awal
 

3 komentar: